Warung Bebas

Selasa, 14 Februari 2012

Bukan Untuk Marah

Bukan Untuk Marah

Ada seorg tuan menyukai bunga anggrek. Pd saat ketika hendak pergi berkelana, dia berpesan kpd bawahannya, hrs hati-hati merawat bunga anggreknya.

Selama kepergiannya,
bawahannya dgn teliti
memelihara bunga-bunga
anggrek tersebut. Namun, pd suatu hari ketika sdg menyiram bunga anggrek trsbt, tanpa sengaja menyenggol rak-rak
pohon sehingga semua pohon anggrek berjatuhan & pot
anggrek itu pecah berantakan & pohon anggrek berserakan.

Para bawahannya ketakutan, menunggu tuannya pulang & meminta maaf sambil menunggu hukuman yg akan mrk terima.
Setelah sang tuan pulang
mendengar kabar itu, lalu
memanggil para bawahannya, dia
tidak marah kpd mrk, bahkan berkata, "Saya menanam bunga
anggrek, alasan pertama adlh utk dipersembahkan kpd org yg suka
melihatnya & yg kedua adlh utk memperindah lingkungan di daerah ini, bukan demi utk marah
saya menanam pohon anggrek ini."

Perkataan tuan ini sungguh benar, "Bukan demi utk marah
menanam pohon anggrek."

Dia bisa demikian toleran, krn walaupun menyukai bunga anggrek, tetapi di hatinya tidak ada rasa keterikatan akan bunga
anggrek. Oleh sebab itu ketika dia kehilangan bunga-bunga anggrek
tsb, tidak menimbulkan
kemarahan dlm hatinya.
Sedangkan kita dlm kehidupan kita, sering terlalu byk kekhawatiran, terlalu peduli pd
kehilangan, mendapatkn
sehingga menyebabkan keadaan emosi kita tidak stabil.
Kita merasa tidak bahagia. Maka seandainya kita sedang marah, kita bisa berpikir sejenak:

•» "Bukan demi marah menjadi sahabat."

•» "Bukan demi marah menjadi suami istri."

•» "Bukan demi marah
melahirkan & mendidik anak."

•» "Bukan demi marah menjadi atasan dan pemimpin."

•» "Bukan demi marah menjadi sakit dan tidak berdaya.".

Maka kita bisa mencairkan rasa
marah & kesusahan yg ada dlm hati kita & merubahnya menjadi
rasa damai.

Setelah membaca artikel ini, saat emosimu tinggi dan hendak bertengkar (dgn siapapun juga),

ingatlah perjumpaan kalian di dunia, bukan untuk marah...:D

Hidup adalah Pilihan

0 komentar em “Bukan Untuk Marah”

Posting Komentar